Sekjen Kemendesa PDTT, Taufik Madjid, hadir dalam FGD Sinkronisasi Pelaksanaan Konkuren dalam Sinergi Perencanaan dan Pembangunan Transmigrasi di Jakarta (26/1/2024). Sekjen Taufik menyampaikan bahwa transmigrasi bukan hanya terkait dengan memindahkan orang saja, namun juga mendukung ketahanan pangan secara Nasional. Model pengembangan Transmigrasi Modern Transpolitan diharapkan dapat menjawab tantangan transmigrasi yang ada ke depannya. Pengembangan lahan komunal, transfer knowledge dengan penduduk lokal dan mekanisasi pertanian merupakan beberapa karakteristik Transpolitan sebagai inovasi pengembangan konsep transmigrasi.


Dirjen PPKTrans,Danton Ginting, yang hadir bersama Pimti Pratama di lingkungan Ditjen PPKTrans menyampaikan tentang usulan indikator pembangunan ketransmigrasian ke depannya, yaitu fokus di 45 lokus kawasan transmigrasi prioritas nasional dan penataan persebaran penduduk sejumlah 1.500KK selama periode RPJMN 2025-2029. Esensi utama dari Program Transmigrasi adalah penataan persebaran penduduk yang dalam periode RPJMN sebelumnya belum dimasukkan sebagai target capaian kinerja. 

Narasumber dari IPDN, Sadu Wasistiono, menyampaikan bahwa tantangan-tantangan yang dihadapi transmigrasi merupakan salah satu implikasi dari belum masuknya transmigrasi sebagai prioritas Nasional. Sadu menyampaikan bahwa sangatlah penting untuk menjadikan transmigrasi sebagai prioritas nasional, sehingga semua elemen K/L dan pemerintah daerah akan fokus membangun, mengembangkan sekaligus bertanggung jawab terhadap keberhasilan program transmigrasi. Lebih lanjut ditambahkan bahwa perlu adanya transformasi paradigma dari “egosytem” menjadi “ecosystem” untuk mengatasi model birokrasi yang ada saat ini.